Hello, Ich bin Agung Cahya Gumilar. Mein name ist Agung. Ich bin 16 Jahre alt. Ich bin Schüler an SMAN 1 Cianjur. Ich spricht Indonesisch, Englisch, und ein bisschen Deutsch. Das ist alles, danken.

Contoh Wawancara Dalam Bentuk Narasi


Dibalik Kisah Percetakan

Percetakan adalah sebuah proses industri yang memproduksi secara massal tulisan dan gambar. Sejarah percetakan sudah ada sejak 30.000 tahun yang lalu, terbukti dengan adanya gambar dinding goa, orang Mesir yang mengukir hieroglyphics pada batu, dan orang China yang membuat banyak penemuan. Pada abad ke-13 orang Korea membuat moveable type dari perunggu, sampai pada abad ke-15 adanya penemuan percetakan di Eropa.
   
Melihat perkembangan percetakan sudah semakin dikenal di masyarakat dan tanpa dipungkiri percetakan mempunyai peranan penting di dalam usaha perdagangan, misalnya pengusaha makanan yang menggunakan kemasannya untuk di cetak, merk-merk pada setiap barang yang diperjualbelikan pun tentunya di cetak menggunakan alat percetakan yang semakin modern. Dengan banyaknya kebutuhan yang menggunakan jasa percetakan maka percetakan sudah semakin banyak ditemui khususnya di kota Cianjur tercinta ini. Adapun salah satu pengusaha percetakan yang memulai usaha percetakannya sejak 30 tahun yang lalu dan sekarang sudah mempunyai banyak pelanggan dan menjadi pengusaha yang dapat membuat lapangan pekerjaan untuk masyarakat, tepatnya itu adalah “CV. Agung Utama Putra” yang terletak di JL.Hos Cokroaminoto Gang Dukuh No.8B Kecamatan Cianjur Kabupaten Cianjur. Pendiri sekaligus pemiliknya yaitu Fen Efendi, yang pada kesempatan ini akan berbagi pengalaman melalui wawancara yang saya lakukan.
      
Bermula dari tekad, niat, dan keterampilan yang dimiliki dalam usaha percetakan, dan dari seorang karyawan biasa yang kini telah menjadi seseorang yang dapat memperkerjakan 12 orang karyawannya dalam usaha percetakan. Usaha yang dirintis selama 30 tahun tidak sia-sisa karena selain bermanfaat bagi keluarga juga dapat bermanfaat bagi masyarakat di lingkungannya.
     
Tumpukan kertas-kertas yang akan diproses cetak ataupun kertas-kertas  yang sudah selesai dicetak menjadi pemandangan tiap hari untuk bapak Apen dan keluarga. Serta alat-alat cetak modern yang sudah menjadi teman keseharian Bapak Apen beserta 12 karyawannya. Inilah yang dinamakan mencari rezeki sekaligus kegemarannya dalam mengembangkan usaha percetakannya “ujar bapak Apen”.
         
Setiap hari pelanggan yang datang ke percetakannya selalu ramai, terbukti dengan selalu banyaknya tumpukan-tumpukan hasil cetak yang menjadi penyemangatnya untuk lebih giat dan lebih baik agar dapat memuaskan pelanggan yang menggunakan jasanya tersebut.
       
Selain fokus dalam pekerjaannya, ia juga selalu fokus terhadap kesejahteraan keluarganya. Karena selain rumah untuk berkumpul keluarga, rumah itu pun selalu ramai dikunjungi oleh konsumen/pelanggan-pelanggannya karena tepat di belakang rumah terdapat bangunan percetakan yang berdiri kokoh. Alat-alat percetakan berjejer, tumpukan kertas, kantung plastik, karung beras, dll tertata dengan rapih dan adanya 12 karyawan yang selalu siap bekerja dengan baik dan kompak. Itulah yang menjadi kunci dari pekerjaan, dengan begitu selain pemilik dari percetakan, ia juga menjadi seorang pemimpin keluarga yang setiap harinya dari mulai pagi sampai malam aktivitas istri dan anak-anaknya terpantau dengan baik. Tidak seperti orang lain yang demi pekerjaan harus rela meninggalkan rumah dari pagi pulang malam.

One Response so far.

  1. nice info,.
    http://cobacoba-tutorial.blogspot.com/

Leave a Reply